IRLS #70. Digital Transformations: Opportunities, Challenges and Threats for Small and Medium Enterprises in the Covid-19 Pandemic Era

Pada Selasa, 30 Maret 2021, Jurusan Hubungan Internasional Bina Nusantara University mengadakan webinar di bawah program International Relations Lecture Series (IRLS) yang ke-70 bertajuk “Digital Transformations: Opportunities, Challenges and Threats for Small and Medium Enterprises in the Covid-19 Pandemic Era“. Webinar ini menghadirkan tiga pembicara yakni Bapak Triyanto (CSR Program Manager PT. Astra International Tbk.), Bapak Danang Juffry (Hub Manager Innovation Factory Indonesia and Block 71 Bandung-Jogjakarta), dan Bapak Triyono (Head of Digital Finance Innovation Group Otoritas Jasa Keuangan).

Dengan dipandu oleh MC Dina Novita Ramadhani dan Helen Catherin Josephine, serta dimoderasi oleh Roseno Aji Affandi, S.E., M.M., acara dimulai pukul 9.30 pagi.

Pembicara untuk Astra International diwakili oleh Bapak Triyanto mengenai tanggung jawab sosial di perusahaan Astra International. Perusahaan Astra ini memiliki filosofi dengan sebutan Catur Dharma yang memiliki 4 arti, yaitu yang pertama adalah menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, kedua yaitu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, ketiga yaitu menghargai individu dan membina kerjasama, dan yang terakhir adalah senantiasa berusaha mencapai yang terbaik. Perusahaan ini memiliki 4 CSR yaitu Astra Sehat dalam bidang kesehatan, Astra Kreatif dalam bidang kewirausahaan, Astra Cerdas dalam bidang pendidikan, dan Astra Hijau dalam bidang lingkungan. Astra juga memiliki sistem 2 sistem CSR, yaitu Astra Green Company dan Astra Friendly Company. Dalam kewirausahaan, Astra membagi pembinaan UMKM yang dilatih dan dibina oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menjadi 3, yaitu Supply Chain, Kawasan, dan Komunitas.

Pembinaan dalam supply chain berfokus kepada berbagai usaha yaitu manufaktur, bengkel, kerajinan, dan usaha tani. Setiap instalasi perusahaan Astra memiliki wilayah yang terkait dengan ring 1 atau tidak terkait sama sekali dengan ring 1 (non kawasan). Untuk yang terkait dengan ring 1 adalah Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra (Aku bisa), dan untuk yang non ring adalah Kampung Berseri Astra. Dalam bidang komunitas perusahaan Astra meraih SATU Indonesia Awards bidang kewirausahaan, Astra Start Up Challenge (Inkubasi), dan Astra Disability Connection Program. Astra juga memiliki program yang bernama Desa Sejahtera Astra (DSA) dengan tujuan berfokus kepada pada pengembangan produk unggulan desa. Dalam situasi pandemi, yang dilakukan oleh Astra adalah melakukan survey kecil-kecilan terhadap UMKM.

Setelah itu Astra melakukan penguatan komunitas & lembaga, online marketing, bantuan modal & investasi, kolaborasi & adaptasi. Astra mendorong UMKM nya untuk membuat dan menyebarkan di berbagai platform. Setelah itu mendorong UMKM menjadi mitra vendor dari perusahaan grup Astra, khususnya menjadi vendor bantuan sosial COVID-19.

Pembicara untuk Block 71 diwakili oleh Bapak Danang Juffry mengenai diskusi peluang, tantangan dan ancaman bagi usaha kecil dan menengah di era pandemi COVID-19 dalam dunia digital. Block 71 memilih untuk membuka usaha dengan berbasis digital karena berbagai peluang yang bisa ditemukan, seperti menemukan customer yang lebih banyak dibandingkan tidak digital, setelah itu banyak opsi yang bisa dilakukan dalam usaha digital (berbagai marketplace), dan usaha digital memiliki modal yang sedikit. Block 71 juga melihat perkembangan pengguna internet (dalam negeri ataupun luar negeri) sehingga ini bisa dijadikan peluang untuk membuka usaha digital. Bapak Danang menjelaskan landscape ekosistem dari e-commerce yang memiliki jenis-jenis usaha, seperti bisnis ke customer (B2C), bisnis ke bisnis (B2B), dan customer ke customer (C2C).

Dalam melihat tabel pertumbuhan eksponensial selama pandemi COVID-19 bahwa 37% customer baru memakai internet untuk kebutuhan ekonomi, 93% konsumen akan terus menggunakan setidaknya satu layanan digital COVID-19. Jika dilihat dari tabel perkembangan ekonomi dari E-Commerce, Transport & Food, Online Travel, dan Online media, menunjukkan bahwa E-Commerce merupakan pendapatan yang paling menguntungkan selama COVID-19.

Key takeaways dari digital transformation ini dibagi 4 yaitu, Flight to digital, New frontiers, Online with a purpose, dan Cautiously optimistic. Dalam pandemic COVID-19 ini, HealthTech dan EdTech memiliki peran yang sangat kuat. Tips dari Bapak Danang untuk bertahan dengan memanfaatkan digital platform yaitu harus mengerti dengan digital, mengerti untuk bagaimana mendeskripsikan barang, memiliki harga yang menarik, memastikan barang agar selalu tepat dalam packaging dan waktu pengiriman, harus memiliki USP dan UVP, mengerti dalam membangun keyword, mengerti bagaimana cara untuk mengurangi ongkos kirim, mampu membangun kredibilitas dan promosi-promosi.

Pembicara untuk Otoritas Jasa Keuangan diwakili oleh Bapak Triyono yang membahas mengenai peraturan keuangan dalam bisnis dan perkembangan marketplace digital platform. Bapak Triyono menjelaskan bahwa perkembangan teknologi akan sangat bermanfaat. Digital platform memiliki peluang sangat tinggi yang merupakan sebagai peran penting yang tidak hanya digunakan dalam E-Commerce, berbagai bidang bisa dilakukan oleh digital platform.

Menurut Bapak Triyono, kantor cabang bank pun akan tenggelam karena modal yang sangat besar untuk bisa memiliki berbagai fasilitas dan gedung. Teknologi AI juga memiliki peran penting karena di zaman sekarang ini bisa dibilang semua serba AI seperti tilang elektronik. Dalam finansial ekosistem banyak sekali manfaat untuk UMKM. Bapak Triyono menjelaskan bahwa financial planner merupakan layanan yang baik karena mampu memberikan solusi terhadap masalah yang dialami oleh customer. Banyak fintech yang sudah ada di market dan tinggal bagaimana mereka menjalaninya saja. Menurut Bapak Triyono untuk bisa bertahan dalam pandemi ini adalah dengan mengajak atau merangkul bidang digital.

Sesi dilanjutkan dengan tanya-jawab dan kuis Kahoot sebagai penutup. Webinar ini juga dapat disaksikan melalui YouTube Channel International Relations Bina Nusantara University dengan judul IRLS: Opportunities Challenges and Threats for Small and Medium Enterprises in the Covid-19 Pandemic

 

DITO DHANENDRA ADITRIYO