Bianca Prissilla Butar-Butar, mahasiswa International Relations Global Class BINUS (angkatan 2028), baru-baru ini mengharumkan nama Indonesia dan BINUS di kancah internasional. Bianca berpartisipasi sebagai Delegasi dari Indonesia dalam ajang bergengsi Asia Pacific Leaders Summit 2025.

Ketertarikan pada Kolaborasi dan Kepemimpinan Global

Ketertarikan Bianca Prissilla Butar-Butar untuk mengikuti Asia Pacific Leaders Summit didorong oleh keinginannya untuk terlibat langsung dalam ruang diskusi yang terdiri dari anak-anak muda dari berbagai negara. Bianca ingin berbagi pandangan dan pengalamannya seputar isu internasional, yang tentu saja sangat berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut Bianca, forum ini bukan hanya tempat untuk mendapatkan wawasan (insight), tetapi juga kesempatan besar untuk berkolaborasi nyata bersama para delegasi lainnya, mencari solusi yang relevan dan berkelanjutan untuk kawasan Asia Pasifik. Bianca juga ingin belajar secara langsung bagaimana menjadi pemimpin yang adaptif di level global.

Proses Seleksi Singkat dan Penuh Motivasi

Proses seleksi untuk Summit ini terbilang cukup singkat namun intensif. Bianca mendapat informasi mengenai acara pada 9 Agustus 2025. Bianca segera mulai menyusun motivation letter dan berhasil mengirimkannya pada 13 Agustus 2025. Hanya berselang empat hingga lima hari, Bianca dinyatakan lolos seleksi dan berkesempatan berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 10 September 2025.

Tahapan seleksi dimulai dengan penulisan motivation letter. Menurut Bianca Prissilla Butar-Butar, selama seseorang memiliki tujuan dan alasan yang jelas untuk mengikuti sebuah acara, menulis motivation letter seharusnya bukan hal yang terlalu sulit.

Namun, mengetahui bahwa dari 1.400 pendaftar hanya 40 orang yang akan terpilih, membuat proses ini menjadi tantangan besar bagi Bianca. Bianca menyadari bahwa Bianca bersaing dengan ratusan individu lain yang memiliki pandangan, latar belakang, dan misi berbeda. Hal tersebut justru memotivasi Bianca untuk menulis dengan lebih reflektif agar dapat menunjukkan siapa Bianca sebenarnya dan alasan kenapa Bianca layak menjadi bagian dari Asia Pacific Leaders Summit 2025.

Pelajaran Utama: Keberanian untuk Bersuara

Salah satu pelajaran terbesar yang Bianca Prissilla Butar-Butar dapatkan dari acara ini adalah pentingnya untuk tidak takut berbicara. Awalnya, Bianca mengaku termasuk orang yang ragu untuk berbicara di depan umum takut salah, takut dinilai, atau bahkan takut tidak didengar. Tetapi di forum ini, Bianca menyadari bahwa setiap suara memiliki makna, sekecil apa pun itu.

Dari sana, Bianca mulai berani mengambil langkah kecil, belajar perlahan untuk menyampaikan pendapat dengan percaya diri. Karena pada akhirnya, semua orang punya hak untuk bersuara, setidaknya untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.

Tips untuk Binusian Tertarik Forum Internasional

Terakhir, Bianca Prissilla Butar-Butar membagikan tips bagi Binusian lain yang tertarik mengikuti forum internasional sekelas Asia Pacific Leaders Summit:

  1. Punya Tujuan yang Jelas Sejak Awal: Pahami betul mengapa ingin terlibat dan apa yang ingin dipelajari atau disampaikan di forum tersebut. Hal ini akan sangat terasa saat menulis motivation letter karena yang dicari bukan sekadar kata-kata bagus, tapi makna di baliknya.
  2. Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman: Bianca sempat ragu untuk speak up, apalagi di forum dengan peserta dari berbagai negara. Namun, Bianca menekankan bahwa keberanian selalu dimulai dari langkah kecil. Mulai saja dulu berbicara dengan tulus, dan percaya pada prosesnya.

Ditulis Oleh Alfa Qaaf