Komunitas Panggang Bahari Mandiri Berfoto dengan Tim Fasilitator Internasional Relations BINUS University

JAKARTA – Komunitas Panggang Bahari Mandiri menyusun strategi pengembangan produk, branding digital, dan distribusi untuk memperkuat pemasaran produk khas setempat.

Rencana Pembangunan Jaringan Distribusi Komunitas Panggang Bahari Mandiri

Dalam rangkaian Program Empowering Society BINUS University pada 20–21 Agustus 2026, peserta bersama fasilitator menyusun langkah untuk mengembangkan ikan asin dan kerupuk sebagai oleh-oleh khas Pulau Panggang. Salah satu strategi yang disepakati adalah membangun jaringan distribusi melalui koperasi warga. Kanal digital dan e-commerce lokal juga akan dimanfaatkan untuk membantu promosi dan penjualan produk. Pengembangan pemasaran tersebut menjadi bagian dari sejumlah persoalan yang dipetakan selama kegiatan. Selain akses pasar, peserta mengangkat persoalan konsistensi cita rasa produk yang dihasilkan.

Tim fasilitator BINUS kemudian menyarankan agar setiap produk memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang mengawal proses pembuatan hingga pengemasan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian dalam pengembangan Komunitas Pulau Panggang Bahari Mandiri, termasuk kemampuan bahasa yang dinilai perlu diperkuat. Di sisi pemasaran, peserta mendapatkan pengenalan mengenai strategi digital marketing dan pemanfaatan media sosial. Pembahasan antara lain mencakup pemilihan jenis konten yang sesuai untuk memasarkan produk Komunitas Pulau Panggang Bahari Mandiri.

Program Penguatan Komunitas Panggang Bahari Mandiri Berfokus pada Sustainable Development Goals

Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan desa wisata binaan BINUS melalui pendekatan kemitraan multipihak. Fokusnya mencakup pengembangan UMKM dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas pelaku lokal. Pendekatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penguatan kapasitas dan pemasaran UMKM lokal menjadi bagian yang relevan dengan SDG 8, khususnya dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata mencerminkan pendekatan kemitraan yang menjadi fokus SDG 17.

Pemetaan Isu, Tantangan dan Potensi Komunitas Panggang Bahari Mandiri

Dalam laporan program, model pengembangan desa wisata tersebut memang dirancang dengan pendekatan multi-stakeholder partnership yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, akademisi, serta mitra lainnya dalam mendukung pengembangan UMKM dan pariwisata lokal. Dari rangkaian kegiatan tersebut, tim juga memetakan isu, tantangan, dan potensi pelaku UMKM wisata di Pulau Panggang. Hasil pemetaan tersebut direncanakan menjadi dasar untuk pengembangan modul pelatihan bahasa Inggris dan pemasaran. Selain itu, kegiatan menghasilkan strategi branding melalui media sosial dengan menyesuaikan jenis konten terhadap produk khas yang akan dipasarkan.

Pada akhir kegiatan, peserta menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pengembangan produk secara mandiri maupun dengan dukungan mitra akademik. Langkah berikutnya diarahkan pada penguatan produk UMKM khas Pulau Panggang dan perluasan pemasarannya.