Alumni Voice: Dari HI BINUS ke Dunia Public Policy & Government Relations

 

Perjalanan karier lulusan Hubungan Internasional (HI) kerap kali tidak berjalan dalam satu garis lurus. Hal inilah yang tergambar jelas dari kisah Muhammad Verdias, alumni HI BINUS University, yang kini berkiprah di bidang Public Policy & Government Relations pada sebuah global consulting firm. Alih-alih langsung menempati posisi yang kini ia jalani, Verdias justru membangun kariernya melalui eksplorasi lintas sektor yang memperkaya perspektif dan kompetensinya.

Menjelajahi Lintas Sektor untuk Memahami Kebijakan Secara Utuh

Setelah menyelesaikan studi di HI BINUS, Verdias tidak serta-merta masuk ke dunia public policy. Ia terlebih dahulu mengeksplorasi berbagai peran—mulai dari startup ecosystem builder, NGO, hingga pemerintahan. Pengalaman lintas sektor ini menjadi fondasi penting yang membantunya memahami kebijakan publik tidak hanya dari sudut pandang negara, tetapi juga dari perspektif swasta dan masyarakat sipil.

Kini, dalam perannya di consulting firm, Verdias membantu perusahaan digital global untuk menavigasi kompleksitas regulasi di Indonesia—mulai dari kebijakan digital, regulasi industri, hingga strategi engagement dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Pengalaman sebelumnya membuatnya mampu membaca dinamika kebijakan secara lebih komprehensif dan strategis.

Ketertarikan yang Tumbuh Sejak Bangku Kuliah

Meski belum memiliki gambaran karier yang sangat spesifik saat kuliah, Verdias mengakui bahwa ketertarikannya pada isu kebijakan publik, diplomasi bisnis, serta dampak keputusan pemerintah sudah mulai terbentuk sejak masa studi. Peminatan Trade and Diplomacy di HI BINUS menjadi titik penting dalam proses tersebut.

Melalui peminatan ini, ia belajar bagaimana kepentingan ekonomi, kebijakan, dan diplomasi saling beririsan—sebuah irisan yang kemudian ia sadari sangat relevan dengan dunia public policy & government relations. Pengalaman akademik ini membekalinya dengan kerangka berpikir yang kuat untuk membaca relasi antara negara dan dunia usaha.

 

Memperdalam Perspektif Global melalui Studi S2 di University of Sydney

Keinginan untuk memperdalam pemahaman tentang relasi kebijakan dan bisnis mendorong Verdias melanjutkan studi S2 di University of Sydney, dengan fokus International Business. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Lingkungan Sydney dikenal memiliki ekosistem yang kuat dalam policymaking, bisnis, dan innovation hub, yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan exposure langsung ke praktik nyata.

Menariknya, program yang ia jalani tidak mensyaratkan penulisan tesis. Sebagai gantinya, Verdias diwajibkan untuk bekerja langsung dengan industri selama tiga bulan, menangani real-world cases. Pengalaman ini semakin menegaskan keterkaitan antara teori akademik dan implementasi kebijakan di lapangan.

Tips Lolos LPDP: Pendekatan 5W + 1H

Dalam berbagi pengalamannya meraih beasiswa LPDP, Verdias menekankan pentingnya pendekatan yang terstruktur melalui 5W + 1H. Menurutnya, alasan studi harus selalu berangkat dari kebutuhan Indonesia (Why), dengan kompetensi yang jelas ingin dibangun (What). Pemilihan kampus dan negara (Where) juga harus relevan, serta disertai pemahaman tentang siapa yang akan menerima dampak kontribusi (Who).

Tak kalah penting adalah timing studi (When) dalam rencana karier jangka panjang, serta bagaimana ilmu tersebut akan dikonversi menjadi kontribusi nyata (How). Pendekatan ini menunjukkan bahwa studi lanjut bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bagian dari strategi kontribusi nasional.

 

Dari Kemenpora ke Global Consulting Firm

Pengalaman Verdias bekerja di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberinya pemahaman langsung tentang proses perancangan dan implementasi kebijakan publik. Di sinilah ia menyadari bahwa kebijakan yang efektif membutuhkan sinergi berbagai aktor dalam kerangka ABGCM (Academic, Business, Government, Community, Media).

Kesadaran ini membuat transisinya ke global consulting firm terasa sebagai kelanjutan yang logis. Dalam perannya saat ini, ia berfungsi sebagai jembatan antara dunia bisnis dan pemerintah, memastikan bahwa kepentingan berbagai aktor dapat dikelola secara konstruktif dalam ekosistem kebijakan.

 

Keunggulan Lulusan HI BINUS di Dunia Kerja

Menurut Verdias, lulusan HI BINUS memiliki keunggulan pada analytical thinking, exposure terhadap isu global, serta pendekatan yang praktis. Mata kuliah seperti kebijakan luar negeri, ekonomi politik internasional, dan negosiasi terbukti sangat aplikatif dalam dunia profesional.

Ditambah dengan Enrichment Program yang memberikan pengalaman magang dan riset selama dua semester, lulusan HI BINUS dinilai lebih adaptif, reflektif, dan siap menghadapi tantangan—khususnya di sektor public policy & government relations yang menuntut pemahaman multidimensi.