Profesi Non-Diplomat untuk Lulusan HI

Selama ini, kuliah Hubungan Internasional (HI) sering diidentikkan dengan profesi duta besar atau staf kementerian. Padahal, peluang kerja di dunia nyata sudah jauh lebih luas. Banyak perusahaan swasta hingga lembaga multinasional yang justru mencari lulusan jurusan ini. Oleh karena itu, opsi karier lulusan HI selain diplomat kini semakin mendominasi pasar tenaga kerja global.

Mengapa banyak perusahaan mencari sarjana Hubungan Internasional? Jawabannya ada pada pergeseran kebutuhan tenaga kerja. Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum (WEF), perusahaan saat ini sangat mengutamakan kemampuan berpikir analitis. Selain itu, kepekaan terhadap isu sosial global dan komunikasi lintas budaya menjadi keterampilan yang paling dicari.

Berbagai keahlian tersebut pada dasarnya adalah fokus utama pembelajaran mahasiswa Hubungan Internasional.  Data pasar kerja ini sejalan dengan kemampuan dasar anak HI yang terlatih membaca arah kebijakan internasional. Kemampuan memetakan risiko politik dan ekonomi inilah yang dapat memengaruhi bisnis suatu perusahaan.

Kerja Lulusan HI
photo by Emmanuel Offei on unsplash

Pentingnya Transferable Skills

Fleksibilitas karier anak HI ini juga didukung oleh temuan dari LinkedIn Economic Graph mengenai tren perekrutan global. Laporan tersebut mencatat adanya pergeseran masif menuju perekrutan berbasis keahlian atau skills-first hiring. Keterampilan unggulan anak HI seperti manajemen isu dan riset analitis dikategorikan sebagai transferable skills yang permintaannya sangat tinggi di berbagai industri.

Berbekal transferable skills tersebut, opsi karier lulusan HI menjadi sangat leluasa dengan bisa mengambil peran apa saja. Secara teori, mereka sangat pas mengisi posisi Government Relations untuk menjembatani bisnis dengan regulasi pemerintah. Namun pada praktiknya, banyak juga yang mendominasi posisi Public Relations (PR) untuk merangkai narasi korporat atau menjadi Research Analyst di wadah pemikir.

Jejak Alumni: Dari FMCG, Lembaga Bisnis, hingga Media

Relevansi data global tersebut tercermin secara nyata pada rekam jejak alumni Hubungan Internasional BINUS University. Sebagai contoh, Jonathan Santoso sukses meniti karier sebagai Management Trainee di perusahaan multinasional L’Oreal. Pengalamannya menunjukkan bahwa keluwesan berpikir dan kemampuan adaptasi lintas budaya sangat terpakai di dunia korporat multinasional.

Selain di ranah korporat (Fast-Moving Consumer Goods), lulusan HI juga menempati posisi strategis di lembaga dewan bisnis terkemuka. Hal ini terlihat dari pengalaman Thomas Noto Suoneto yang menjabat sebagai VP for International Affairs and Operations di Indonesian Business Council (IBC). Noto mengakui bahwa keilmuan Ekonomi Politik Internasional (IPE) yang dipelajarinya sangat aplikatif dalam mengelola operasional bisnis skala global.

Peluang karier juga terbuka lebar di industri media politik dan diskursus publik digital. Muhammad, alumni HI BINUS lainnya, kini meniti karier dinamis sebagai Podcast Producer di media Total Politik. Pekerjaannya dalam mengelola isu publik dan menganalisis pergeseran kekuasaan elite memperlihatkan bahwa keilmuan HI sangat relevan untuk industri media modern.

Persiapan Karier Melalui Program Enrichment

Keberhasilan para alumni tersebut dalam menembus berbagai sektor industri ini tentu butuh persiapan matang sejak masa kuliah. Mahasiswa Hubungan Internasional BINUS diwajibkan untuk mengikuti program Enrichment, khususnya yang memilih jalur Internship Track dapat mencicipi dunia kerja lebih awal. Melalui program magang inilah, teori akademik di dalam kelas diuji dan diintegrasikan dengan realitas industri yang dinamis.

Pengalaman magang melatih mahasiswa menjadi individu yang mudah beradaptasi dengan perubahan. Pada akhirnya, keberanian mengambil peluang profesi non-diplomat akan membangun rekam jejak karier yang kuat. Wawasan luas lulusan HI menjadi nilai tambah yang siap dipakai di berbagai bidang industri.

 

Ditulis oleh Rachma Amellya Zaifaa Liling