Wendsney Sadi & Perjalanan Karier di KBRI Wina
Bagi banyak mahasiswa Hubungan Internasional (HI), bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri adalah sebuah impian. Bagi Wendsney Sadi, lulusan HI BINUS angkatan 2021 (Binusian 2021), impian tersebut kini menjadi realitas kesehariannya di Wina, Austria.
Garda Terdepan Pelayanan Publik di Austria
Setelah menyelesaikan studinya, Wendsney dipercaya untuk mengemban tugas sebagai staf di Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Wina. Perannya sangat krusial; ia berada di garda terdepan dalam pelayanan publik dan administrasi kekonsuleran. Mulai dari mengelola permohonan paspor dan visa hingga memastikan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah akreditasi Austria.
Membangun Fondasi Sejak Bangku Kuliah
Keberhasilan Wendsney menembus karier di kancah internasional tidak terjadi dalam semalam. Ia menekankan pentingnya membangun fondasi kuat sejak masih berstatus mahasiswa.
Selama di BINUS, ia aktif mengambil berbagai peluang, mulai dari bekerja part-time di jurusan, magang di instansi pemerintah (Kemenhub), hingga bergabung dengan NGO internasional (Search for Common Ground). Tak hanya itu, keterlibatannya dalam organisasi FPCI Chapter BINUS menjadi kepingan pengalaman yang menyempurnakan kesiapannya di dunia profesional.
“Semua pengalaman itu jadi dasar yang baik untuk karier aku saat ini,” ungkapnya merefleksikan masa-masa kuliahnya.
Adaptasi Budaya: Antara Disiplin dan Komunikasi To-the-Point
Bekerja di Eropa membawa tantangan adaptasi tersendiri. Wendsney menceritakan bagaimana ia harus menyesuaikan diri dengan standar disiplin waktu yang sangat ketat di Austria, di mana keterlambatan lima menit saja sudah dianggap sangat fatal.
Selain soal waktu, perbedaan gaya komunikasi menjadi hal yang berkesan. Berbeda dengan budaya Indonesia yang cenderung halus dan sangat menjaga perasaan, masyarakat di Austria lebih menyukai gaya komunikasi yang straightforward atau langsung ke inti permasalahan. Penyesuaian ini menuntut etos kerja yang cepat dan transparan.
Kemampuan Riset: Senjata Rahasia dalam Administrasi
Salah satu pesan menarik dari Wendsney adalah untuk tidak meremehkan mata kuliah Research Methods. Meskipun sering dianggap hanya berguna untuk skripsi, bagi Wendsney, kemampuan riset sangat terpakai dalam menyusun laporan resmi dan nota dinas agar tetap runut, logis, dan rapi.
Pengalamannya mengelola Journal of ASEAN Studies (JAS) saat menjadi part-timer di jurusan juga memberinya keunggulan dalam menangani berbagai tugas administratif dan organisasi di KBRI saat ini.
Kunci Kerja di Luar Negeri: Bahasa dan Portofolio
Bagi rekan-rekan mahasiswa yang bermimpi menyusul jejaknya ke luar negeri, Wendsney membagikan dua kunci utama:
-
Penguasaan Bahasa: Mahir bahasa Inggris adalah wajib, namun menguasai bahasa setempat—seperti bahasa Jerman yang dikuasainya—adalah nilai tambah yang sangat besar.
-
Portofolio Dini: Memperkaya pengalaman melalui magang dan organisasi sejak dini akan sangat mempermudah proses pelamaran kerja di level internasional.
Pesan untuk Mahasiswa HI: Komunikasi dan Konsistensi
Menutup ceritanya, Wendsney berpesan agar mahasiswa terus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, baik di dalam maupun di luar kampus. “Etos kerja dan kemampuan komunikasi yang baik sangat krusial. Prestasi akademik tetap penting, namun yang utama adalah konsistensi dan rasa tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan,” pungkasnya.





