People Innovation Excellence
 

Saran Dosen HI Binus untuk Kabinet Jokowi

Rampingkan Kabinet, Jokowi Disarankan Gabung Kemendag dan Kemlu

 

akarta – Presiden terpilih RI Joko Widodo (Jokowi) menginginkan kabinet pemerintahannya nanti ramping dan efisien dalam bekerja. Ia pun disarankan agar menggabungkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) agar lebih fokus.

“Kalau sekarang kabinet gemuk. Sebaiknya agar bisa lebih efektif maka beberapa mungkin harus dilebur,” ujar Ketua Departemen Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara Tirta Nugraha Mursitama dalam diskusi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Menurut Tirta, Jokowi harus bisa mencontoh pemerintah Malaysia, Jepang, dan Australia yang bisa menerapkan kementerian yang lebih efisien. Kata dia, tiga negara tersebut bisa membuat ‘peleburan’ yang efektif seperti penggabungan Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Perdagangan.

Cara ini menurut Tirta dinilai bisa lebih efisien untuk menciptakan kerja yang fokus. Pasalnya, kedua kementerian jika dilebur dan maksimal kinerjanya, maka secara positif Indonesia mendapatkan keuntungannya dalam hubungan internasional.

“Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri itu digabung secara teknis perannya. Jepang, Australia terus Malaysia juga melakukan itu. Kalau Indonesia masih dipisah tapi tidak fokus koordinasinya,” katanya.

Kemudian, Tirta pun menyinggung tantangan yang bakal dihadapi pemerintahan Jokowi dalam persoalan internasional di kawasan Asean. Menurutnya, dalam 100 hari pertama nanti, Jokowi-JK harus punya konsep untuk hubungan komunikasi di kawasan regional Asean.

Contohnya, kata Tirta, seperti pembenahan TKI yang sering menjadi persoalan hubungan dengan negara lain seperti Malaysia.

“SBY sudah bisa, cukup hebat. Pemerintahan Jokowi ini harus dikawal. Prioritas dalam negeri apa, itu harus jadi prioritasnya. Terus diplomasi hubungan internasional yang mengedapankan kita semua dengan sifat jangka panjang. Kementerian Luar Negeri punya peran di sini,” sebutnya.

http://news.detik.com/read/2014/08/27/204840/2674548/10/rampingkan-kabinet-jokowi-disarankan-gabung-kemendag-dan-kemlu


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close